Jumat, 03 Mei 2013

S2C went to YOAM

YOAM atau Yayasan Onkologi Anak Medan ini adalah sebuah yayasan atau organisasi yang membantu anak-anak penderita kanker darah seperi Leukimia dan Talasemia. Anak-anak penderita penyakit ini kebanyakan keluarganya kurang mampu dalam membiayai pengobatan secara rutin.YOAM adalah tempat penghubung antara Rumah Sakit dengan rumah mereka. Ketika mereka memerlukan pengobatan darurat seperti diinfus dsb, mereka akan datang ke tempat ini. Tempat ini juga merupakan tempat bermain bagi mereka pada saat mereka semua berkumpul baik dalam sebuah acara maupun tidak. Masyarakat lain khususnya anak-anak kalangan remaja di kota Medan sepertinya belum tahu banyak akan adanya YOAM itu sendiri. Kami yang merupakan anggota dari ekstrakulikuler  S2C (Social Study Club) SMA Negeri 1 Medan dapat mengetahui yayasan inipun dari seseorang yang secara kebetulan mempromosikan yayasan ini via social media.

Kami sangat tertarik untuk mengetahui dan ingin sekali menjalin hubungan baik dengan yayasan ini, hingga suatu saat kamipun segera menghubungi pihak pengurus YOAM dan berencana langsung berkunjung ke "rumah bersama". Sesampainya disana, kami disambut hangat oleh para pengurus yang ada di rumah singgah. Disana kami banyak sekali berbincang dan berdiskusi. Mereka memberitahu kami apa sebenarnya YOAM itu, apa saja yang mereka lakukan untuk menolong adik-adik, dan hal-hal lainnya yang membuat kami tertarik. Kami langsung bertanya apakah kami bisa ikut berpartisipasi untuk membantu mereka. Kami juga meminta agar dapat membangun kerjasama dengan YOAM. S2C sudah berniat untuk membantu adik-adik yang menderita penyakit kanker darah walaupun dengan hal-hal kecil tetapi setidaknya bisa menyemangati, dan menyenangkan hati mereka. Para pengurus YOAM pada saat itu langsung antusias dan memperbolehkan S2C untuk bekerjasama dengan mereka. Justru sebaliknya, mereka sangat senang mendengarnya karena belum ada organisasi seperti kami yang menjalin kerjasama dengan mereka.

Untuk menjalin kerjasama yang baik, kami ingin mengenal lebih dekat para pengurus YOAM dan ingin bertemu langsung dengan adik-adik disana. Minggu setelah pertemuan itu kami kembali ke rumah singgah untuk saling bertemu dan berkenalan dengan adik-adik penderita penyakit kanker darah dan para pengurus YOAM. Sesampainya disana, saya sangat terharu. Bukan karna melihat penderitaan yang ada di mata adik-adik disana namun lebih kepada senyum yang mereka beri dengan lepasnya kepada kami. Mereka tetap tersenyum dan tertawa walaupun beberapa saat mereka berkata sakit karena tubuh mereka yang tidak kuat kelelahan. Para pengurus YOAM pun menerima kami dengan sangat baik dan ramah. Ada yang mau ikut menghibur adik-adik saja sudah cukup bagi mereka. Hal ini membuat saya dan teman-teman S2C lainnya benar-benar harus membantu mereka.

Untuk mengumpulkan dana demi membantu adik-adik, banyak ide-ide yang ada dalam pikiran kami. Akhirnya kami memilih untuk membuat friendship bracelet atau gelang persahabatan yang kami beri nama "S2C's Bracelet". Kami mencoba membuat mulai dari 5 sampai 10 gelang terlebih dahulu dengan dua model yang berbeda. Bisa dibilang "cuma iseng", kami foto gelang-gelang yang berwarna-warni itu dan kami post ke semua jejaring sosial mulai dari broadcast bbm, display picture, facebook, twitter dll. Kami memberi caption tribute to YOAM, dimana hasil dari penjualan gelang ini akan kami berikan untuk YOAM dan adik-adik yang menderita kanker darah. Awal mulanya kami pesimis, sama sekali tidak berfikir bahwa gelang yang kami buat ini akan disukai dan banyak yang mengetahuinya. Tapi sebaliknya, gelang yang kami buat dengan hanya bermodalkan tali bewarna-warni ini dalam waktu 3 hari sudah booming dimana-mana. Semua orang tahu dan bersemangat untuk membantu kami dengan membeli gelang-gelang yang kami jual. Sejak saat itu, banyak sekali orang yang memesan baik dari kalangan remaja, anak-anak, bahkan yang sudah berumur. Kebanyakan dari mereka memesan warna dan model sesuai keinginan mereka sendiri. Tidak hanya anak-anak SMANSA, tapi anak-anak dari sekolah lainpun secara cepat mengetahui akan adanya S2C's Bracelet ini.Para pengurus YOAM merasa terharu, bahkan merekapun turut membantu menjual dan membeli gelang-gelang kami. Saya begitu menyadari kuatnya efek dari social media bahkan sampai tidak perlu memberitahu dari mulut ke mulutpun semua orang bisa tahu dengan cepat.

Setiap hari seluruh anggota S2C datang ke sekolah membawa tali dengan bermacam warna dan membuat gelang-gelang itu di dalam kelas. In fact, bahkan ketika jam pelajaranpun yang kami lakukan hanya membuat gelang dan membuat gelang. Dengan pesanan yang begitu banyak ditangani oleh anggota S2C yang tidak sebanding saya mulai khawatir. Syukurlah banyak teman yang ikut membantu, begitu juga dengan kakak-kakak kelas kami. Berminggu-minggu kami telah menjual gelang-gelang ini sampai keluar lingkungan sekolah.  Selain gelang kamipun menjual beberapa alternatif lainnya seperti makanan dan minuman. Hasilnya, percaya atau tidak kami berhasil mengumpulkan kurang lebih 10 juta rupiah. Terlebih lagi banyak orangtua dari teman-teman yang ikut membantu dalam penambahan dana. Bukan senang lagi, saya adalah salah satu orang yang sangat bangga menjadi anggota ekskul ini dan orang yang paling beruntung menjadi bagian dari kerjasama ini.

Sebagian dari uang yang telah terkumpul kami pakai untuk memebeli 2 buah kursi roda. Sebagian lagi kami sumbangkan langsung untuk YOAM guna membantu adik-adik yang kami cintai. Kamipun menentukan tanggal untuk menggelar acara besar atas kerjasama antara S2C dan YOAM. Tak lupa kami juga memberikan S2C's Bracelet kepada semua pengurus untuk dipakai pada hari H. Kamipun berencana untuk memasangkan langsung S2C's bracelet ini pada tangan-tangan kecil mereka. That's it! itulah cerita panjang mengenai project paling mengesankan S2C!

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar