Minggu, 02 September 2012

Mr. Brilliant Said

Agustus, kami menghabiskan waktu bulan Ramadhan tahun ini di kota Bengkulu. Kami sempat beberapa kali mengadakan pertemuan makan malam dengan teman-teman kerja papa disana. Salah satunya adalah orang yang membuat saya menyadari suatu hal yang gak pernah saya pikirkan sebelumnya, malah gak terfikirkan sama sekali. Om Steven, asal tetap orang Medan dong. He is the Mr. Brilliant, yeah... i just gave that call by myself cause he actually is. Banyak hal yang kami ceritakan, mulai dari musik, kehidupan sampai soal pendidikan. Omongan orang ini bahkan membuat saya berkata dalam hati "iya juga ya". Dia memberikan suggests, beberapa hal penting dalam hidup, sampai-sampai saya mengingat semua hal yang disampaikannya waktu itu. Jangan melakukan, kita harus, lihat dong, kalau bukan, jika tidak, tapi kita, beberapa kata itu ia ungkapkan dan membuat pikiran saya terbuka. Saya jadi lebih semangat untuk manjalani hidup saya dengan fikiran-fikiran seperti itu dan mengejar mimpi saya nantinya. Dia menyelipkan beberapa kalimat emas yang membuat kita bernalar, apa sih maksudnya. Bukan nasihat, tapi cerita.

Inilah beberapa kalimatnya yang masih lengket di kepala saya sampai sekarang

  • "Jangan menyepelekan hal-hal kecil yang kita kira gaada manfaatnya";
  • "Bergaullah dengan raja-raja, secara tidak langusng kamu akan berfikiran layaknya menjadi seorang   raja juga";
  • "Anda mau dapat duit atau idealisme?"
  • "Kita gak pernah ngerti hidup ini, terkadang orang yang kita kira memiliki kemampuan dibawah kemampuan kita ternyata atau mungkin malah bisa melebihi kesuksesan kita sekarang ataupun nanti";
  • "Setiap manusia memiliki power yang luar biasa, tapi tergantung, kenapa ada yang tidak keluar  powernya? Karena banyak dosa kali ya?";
  • "Jangan salah, lingkungan itu menentukan hidup kita";
  • "Jika orangtua sudah melarang suatu hal kepada anaknya (apabila itu memang satu hal yang tidak baik) misalnya masalah pergaulan nih. Kayapun, cantikpun, pintarpun anak itu apabila ia gak dengerin omongan orangtuanya semua gak ada artinya. Jika ia tetap bergaul di lingkungan yang salah, pada akhirnya orang-orang akan berkata "kasihan ya"";
  • "Jangan menyepelekan orang yang mencuci/membersihkan toilet, gak akan ada hotel bintang 5, hotel bintang lima menjadi jatuh ke hotel bintang satupun bisa";
  • "Gausa pintar-pintar kalipun gak apa-apa, cukup cerdas dan mau cari tau aja hal-hal di dunia, masa depan ada aja jalannya pasti";

Semua itu adalah kalimat-kalimat emas bagi saya. Ia bukan menasihati tapi ia bercerita. Cerita yang santai, tapi punya pesan bahwa hidup itu gimana sih? kita ini hidup untuk apa? kehidupan yang seharusnya kita jalani itu bagaimana?. Menurutku itulah hal yang dapat kukagumi dari diri seseorang. Gak peduli mau dia pintar atau nggak, tapi untuk membuat orang berkata "iya juga ya",  itu bukan hal yang remeh bagi saya :).